Minggu, 06 Mei 2012

MAKALAH PERAN PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH DASAR


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Kurikulum memegang peranan penting dalam pendidikan sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi, dan proses pendidikan. Seiring dengan perkembangan zaman tuntutan dari masyarakat, maka dunia pendidikan harus melakukan inovasi dalam pendidikan. Inovasi akan berjalan dan mencapai sasarannya jika program pendidikan tersebut dirancang dan diimplementasikan sesuai dengan kondisi dan tuntutan zaman.
Persoalan kurikulum tidak semata hanya urusan sekolah saja (kepala sekolah dan guru), melainkan pula menjadi urusan banyak pihak lainnya seperti orang tua murid dan masyarakat. Artinya pengembangan sebuah kurikulum sekolah melibatkan melibatkan berbagai pihak dengan peranannya masing-masing.
Kurikulum memegang peranan penting dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan dari masyarakat, maka dunia pendidikan harus melakukan inovasi dalam pendidikan. Sebagai salah satu komponen dalam sistem pendidikan, pengembangan kurikulum memiliki peranan-peranan penting.

  1. Perumusan Masalah
1.         Apa peran kurikulum dalam sistem pendidikan saat ini?
2.         Siapa saja yang berperan dalam pengembangan kurikulum dan apa peranannya?
3.         Bagaimana peran pengembangan kurikulum dalam menunjang keberhasilan dunia pendidikan?

  1. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
1.         Mengetahui peran kurikulum dalam sistem pendidikan.
2.       Mengetahui siapa saja yang berperan dalam pengembangan kurikulum sehingga mencapai tujuan pendidikan.
3.  Mengetahui sejauh mana peranan kurikulum dalam menunjang keberhasilan dalam dunia pendidikan.




BAB II
PEMBAHASAN

  1. Peran Kurikulum dalam Sistem Pendidikan
Sebagai salah satu komponen dalam sistem pendidikan, paling tidak kurikulum memiliki tiga peran, yaitu peran konservatif, peranan kreatif, serta peran kritis dan evaluatif. (Hamalik, 1990).
1.      Peranan Konservatif
Salah satu tugas dan tanggung jawab sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan adalah mewariskan nilai-nilai dan budaya masyarakat kepada generasi muda yakni siswa. Siswa perlu memahami dan menyadari norma-norma dan pandangan hidup masyarakatnya, sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka dapat menjunjung tinggi dan berperilaku sesuai dengan norma-norma tersebut.
Peran konservatif kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu. Dikaitkan dengan era globalisasi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, yang memungkinkan mudahnya pengaruh budaya asing menggerogoti budaya lokal, maka peran konservatif dalam kurikulum memiliki arti yang sangat penting. Melalui peran konservatifnya, kurikulum berperan dalam menangkal berbagai pengaruh yang dapat merusak nilai-nilai luhur masyarakat, sehingga keajegan dan identitas masyarakat akan terpelihara dengan baik.
2.      Peran Kreatif
Ternyata tugas dan tanggung jawab sekolah tidak hanya sebatas mewariskan nilai-nilai lama. Sekolah memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan hal-hal baru sesuai dengan tuntutan zaman. Sebab pada kenyataannya masyarakat tidak bersifat statis, akan tetapi dinamis yang selalu mengalami perubahan. Dalam rangka inilah kurikulum memiliki peran kreatif. Kurikulum harus mampu menjawab setiap tantangan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang cepat berubah.
Dalam peran kreatifnya, kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat mengembangakan setiap potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif dalam kehidupan social masyarakat yang senantiasa bergerak maju secara dinamis. Kurikulum harus berperan kreatif, sebab manakala kurikulum tidak mengandung unsur-unsur baru maka pendidikan selamanya akan tertinggal, yang berarti apa yang diberikan di sekolah pada akhirnya akan kurang bermakna, karena tidak relevan lagi dengan kebutuhan dan tuntutan sosial masyarakat.
3.      Peran kritis dan Evaluatif
Tidak setiap nilai dan budaya lama harus tetap dipertahankan, sebab kadang-kadang nilai dan budaya lama itu sudah tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat, demikian juga adakalanya nilai dan budaya baru yang mana yang harus dimiliki anak didik. Dalam rangka inilah peran kritis dan evaluatif kurikulum diperlukan. Kurikulum harus berperan dalam menyeleksi dan mengevaluasi segala sesuatu yang dianggap bermanfaat untuk kehidupan anak didik.

  1. Pihak yang Berperan dalam Pengembangan Kurikulum dan Peranannya
Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi, yaitu administrator pendidikan, ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli bidang ilmu pengetahuan, guru-guru, dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Dari pihak-pihak tersebut yang secara terus menerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah: administrator, guru, dan orang tua.
1.             Peranan para administrator pendidikan
Para administrator pendidikan ini terdiri dari atas: direktur bidang pendidikan, pusat pengembangan kurikulum, kepala kantor wilayah, kepala kantor kabupaten dan kecamatan serta kepala sekolah. Peranan para administrator di tingkat pusat (direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun dasar-dasar hukum, menyusun dasar serta program inti kurikulum. Kerangka dasar dan progam inti akan menentukan minimum course yang dituntut.
Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal (kabupaten, kecamatan, dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Para kepala sekolah mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pada masing-masing sekolah. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum, memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru-guru. Administrator lokal harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat, serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru dikelas. Peranan kepala sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum disekolahnya. Kepala sekolah juga mempunyai peranan penting dalam menciptakan kondisi untuk pengembangan kurikulum di sekolahnya.
2.             Peranan para ahli
Pengembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/ bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. Sumbangan mereka dalam memilih materi bidang ilmu, yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan. Mereka juga sangat diharapkan partisipasinya dalam menyusun materi ajaran yang sesuai dengan struktur keilmuan akan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya.
3.             Peranan guru
Guru memegang peranan yang sangat penting baik di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Dia adalah perencana, pelaksana, dan pengemban kurikulum bagi kelasnya. Peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar murid-murid dalam kelas, tetapi juga menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang luas. Hasil-hasil penilaian demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum, untuk memahami hambatan-hambatan dalam implementasi kurikulum dan juga membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru.
Guru tidak hanya berperan sebagai guru didalam kelas, ia juga seorang komunikator, pendorong kegiatan belajar, pengembang alat-alat belajar, pencoba penyusunan organisasi, manager system pengajaran, pembimbing baik di sekolah maupun masyarakat dalam hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan seumur hidup. Sebagai pelaksana kurikulum maka guru pula  yang harus menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya. Berkat keahlian, keterampilan, dan kemampuan seninya dalam mengajar, guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak.
4.             Peranan orang tua murid
Orang tua juga mempunyai peranan dalam pengembangan kurikulum. Peranan mereka dapat berkenaan 2 hal yaitu  dalam penyusunan kurikulum dan dalam pelaksanaan kurikulum. Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta, hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar belakang yang memadai.
Peranan orang tua lebih besar dalam pelaksanaan kurikulum. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan dirumah, dan orang tua sewajarnya mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya dirumah. Orang tua juga secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor dan sebagainya.
Orang tua juga dapat turut serta berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegiatan seperti diskusi, lokakarya, seminar, pertemuan orang tua-guru. Pameran sekolah, dan sebagainya. Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah, laporan sekolah, partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat ikut serta dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya, minat yang penuh, usaha yang sungguh-sungguh, penyelesaian tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempurnaan kurikulum.




C.    Peran Pengembangan Kurikulum Dalam Menunjang Keberhasilan Pendidikan.
Kurikulum dipersiapkan dan dikembangkan untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu mempersiapkan peserta didik agar mereka dapat hidup di masyarakat dan dapat berperan aktif didalamnya. Proses pengembangan kurikulum harus memperhatikan segala aspek yang terdapat pada peserta didik. Anak didik memiliki keunikan dan perbedaan-perbedaan baik perbedaan minat, bakat, maupun potensi yang dimilikinya sesuai dengan tahapan perkembangannya. Dengan alasan itulah, kurikulum harus memperhatikan kondisi psikologis perkembangan dan belajar anak.
Kurikulum dalam proses pendidikan harus relevan dengan tuntuan masyarakat. Perkembangan yang terkait dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Oleh karena itu, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam hal ini departemen pendidikan nasional harus mampu dengan cepat menjawab tantangan-tantangan tersebut untuk direalisasikan dalam program pendidikan di wilayah kerjanya.
Selain bersifat dinamis karena selalu mengikuti perkembangan dan perubahan jaman, kurikulum juga merupakan suatu perangkat yang strategis dalam suatu program pendidikan. Bersifat strategis karena kurikulum memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan. Di Indonesia, kurikulum disusun dan berlaku secara Nasional untuk semua sekolah pada jenjang yang sama. Ini dimaksudkan untuk mewujudkan cita-cita Nasional Bangsa Indonesia. Setiap kurikulum selalu berisikan sesuatu yang dicita-citakan dalam bidang pendidikan artinya hasil belajar yang diinginkan agar dimiliki oleh anak didik.
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran  kurikulum sekolah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar mengajar. Tanpa adanya kurikulum dan tanpa mengikuti program-program yang ada di dalamnya dan tanpa adanya peran dan kerjasama dari berbagai pihak seperti administrator pendidikan, ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli bidang ilmu pengetahuan, guru-guru, dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat , maka keberhasilan pendidikan di negara kita tidak akan tercapai.

.






BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tentang Peran Pengembangan Kurikulum dapat disimpulkan bahwa sebagai salah satu komponen dalam sistem pendidikan, kurikulum memiliki tiga peran, yaitu peran konservatif, peranan kreatif, serta peran kritis dan evaluatif. Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi, yaitu administrator pendidikan, ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli bidang ilmu pengetahuan, guru-guru, dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Kurikulum dipersiapkan dan dikembangkan untuk mencapai tujuan dan keberhasilan pendidikan.

B.     Saran
Ketiga peranan kurikulum di atas baik peran konservatif, peran kreatif, serta peran kritis dan evaluatif diharapkan dapat berjalan secara seimbang dan harmonis agar dapat memenuhi tuntutan keadaan. Jika tidak, akan terjadiketimpangan-ketimpangan yang menyebabkan peranan kurikulum persekolahan menjadi tidak optimal. Menyelaraskan ketiga peranan kurikulum tersebut menjadi tanggung jawab semua pihak yang terkait dalam proses pendidikan, baik administrator pendidikan, ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli bidang ilmu pengetahuan, guru-guru, dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Dengan demikian, pihak-pihak yang terkait tersebut idealnya dapat memahami betul apa yang menjadi tujuan dan isi dari kurikulum yang diterapkan sesuai dengan bidang tugas masing-masing untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan.








DAFTAR  PUSTAKA 
Dakir.2010. Perencanan dan pengembangan Kurikulum Jakarta : PT Rineka Cipta
Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Sukmadinata dan Nansa Syaodih. 2010. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung : PT Remaja Rosdalakarya.



1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum..
    kakak, ijin copy ya.. untuk referensi pembuatan makalah saya...^^
    Terima kasih ^_^

    BalasHapus